Quiet Firing, Cara Halus Pecat Karyawan dari Perusahaan - CARI KERJA INDOJATENG

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 26 Maret 2023

Quiet Firing, Cara Halus Pecat Karyawan dari Perusahaan

Quiet firing merupakan stategi perusahaan untuk melakukan pemecatan secara diam - diam.
Cara pemecatan ini adalah dengan cara membuat karyawan tidak myaman bekerja dan kemudian mengundurkan diri dengan sendirinya.

Ilustrasi : quiet firing, cara memecat karyawan dengan diam - diam
(foto : istockphoto)



CARIKERJA.COM - Quiet firing merupakan sebuah fenomena yang sering terjadi dalam perusahaan.


Fenomena ini dapat terjadi jika seorang atasan sudah tidak suka terhadap anak buahnya, namun tidak mau memecat atau mengeluarkan secara terang - terangan.


Praktek quiet firing seringkali dilakukan oleh perusahaan terhadap pekerja dengan cara membuat pekerja tidak merasa nyaman dengan perusahaan tempatnya bekerja.



Quiet firing merupakan sebuah perlakuan yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya, supaya membuat mereka merasa tidak lagi memiliki kompetensi di kantor.


Dapat juga dengan mengucilkan pekerja hingga pekerja merasa terisolasi.


Ataupun hasil pekerjaan seorang karyawan tidak lagi diapresiasi apapun hasilnya, sehingga membuat pekerja merasa tidak nyaman dan mengundurkan diri.



Hal yang sering dilakukan oleh seorang atasan dalam melakukan quiet firing.

Contoh dari quiet firing ini misalnya mematikan atau menghentikan karier pekera atau karyawan, menolak kenaikan gaji, dan tidak memberikan dukungan atas segala hal yang dilakukan oleh pekerja atau karyawan. 



Pemecatan secara diam-diam ini dalam tujuan akhirnya adalah mengabaikan karyawan secara perlahan, dan membuat karyawan tersebut merasa tidak lagi merasa nyaman serta tidak lagi merasa dibutuhkan oleh perusahaan.


Dimana akhirnya karyawan tersebut memutuskan untuk berhenti dengan sendirinya.



Untuk mengetahui lebih jelas mengenai quiet firing, berikut ciri - ciri praktek tersebut.. 


Oleh haibunda.com, dikutip dari Washington Post, quiet firing merupakan fenomena dimana karyawan diberhentikan atau dipecat secara diam-diam oleh atasan.


Hal tersebut dilakukan agar perusahaan tidak perlu memberikan pesangon, ataupun kompensasi lainnya yang sesuai dengan aturan yang berlaku. 



Fenomena ini dilakukan dengan cara, membuat lingkungan kerja yang buruk dengan sengaja.


Dengan lingkungan yang buruk karyawan merasa frustasi serta tidak betah untuk bekerja, kemudian karyawan tersebut mengundurkan diri. 



Dilansir dari haibundacom, berikut ciri-ciri Praktek quiet firing pada perusahaan



1. Menghambat dan menghentikan karer karyawan


Menghentikan karier karyawan secara diam - diam adalah salah hal yang paling umum dilakukan pada praktek quiet firing.


Dalam situasi ini atasan akan selalu menyatakan bahwa karyawan tidak cocok dan tidak berkompeten pada posisinya sekarang ini.

 


2. Kenaikan gaji ditolak


Atasan menolak kenaikan gaji karyawan, juga merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.


Atasan menolak permintaan kenaikan gaji, dimana sebenarnya saat itu karyawan layak mendapatkannya.


Penolakan ini merupakan strategi perusahaan untuk membuat karyawan merasa tidak lagi dihargai, dan ingin mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih baik. 



3. Tidak adanya apresiasi dan evaluasi atas pekerjaan yag telah dilakukan


Atasan tidak lagi memberikan instruksi yang tidak jelas kepada karyawan.


Atau atasan mengabaikan informasi penting yang harus disampaikan kepada karyawan agar pekerjaan berjalan dengan baik.


Pada praktek ini, atasan juga sudah tidak menanggapi segala macam masukan, dan menolak kritik yang membangun. 



4. Mendapat perlakuan yang tidak adil dan pilih kasih

 

Perlakuan yang tidak adil dan pilih kasih merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.


Perilaku ini dilakukan dengan membeda-bedakan anda dengan rekan kerja dengan mencolok.



5. Dikucilkan dari tim


Hubungan kerja antar rekan kerja merupakan faktor penting dalam mendapatkan kenyamanan dan kepuasan kerja.


Praktek ini adalah dengan mengucilkan karyawan dari timnya oleh atasan


Atasan berusaha membatasi interaksi kerja karyawan tersebut denga rekan satu timnya, agar tim dapat menjauhkan diri dari karyawan tersebut.



6. Manajemen sudah tidak mendukung pekerjaan


Ciri - ciri paling signifikan atas quiet firing adalah berkurangnya dukungan dari manajemen


Atasan sudah tidak lagi memotivasi karyawan atau mengarahkan mereka menuju tantangan dan peluang baru.


Atasan tidak menawarkan bantuan saat karyawan ada masalah. Malah kadang menolak untuk melakukan pembelaan jika karyawan terjadi masalah.



7. Menambah beban kerja secara signifikan


Quiet firing ini ditandai dengan seorang atasan selalu tambahan pekerjaan yang sangat berat, bahkan tidak mungkin diselesaikan.


Pekerjaan menjadi jauh lebih sulit, yang membuat pekerja cepat menjadi frustasi.***


Post Top Ad

Responsive Ads Here